6 Shorthand Javascript yang Perlu Anda Ketahui
Tanpa shorthand tentunya kode akan tetap jalan, namun jika bisa lebih cepat kenapa tidak. Dalam artikel ini kita akan membahas 5 shorthand javascript yang sering kita gunakan.
Tanpa shorthand tentunya kode akan tetap jalan, namun jika bisa lebih cepat kenapa tidak. Dalam artikel ini kita akan membahas 5 shorthand javascript yang sering kita gunakan.
Destructuring
Hindari mendefinisikan variable satu persatu seperti:
const email = user.email;
const name = user.name
const bio = user.bio
Hal ini bisa lebih mudah di lakukan dengan hanya seperti:
const {email, name, bio} = user;
Jauh lebih mudah bukan dengan memakai teknik destructuring ini. Baik, berikut adalah contoh lain dari destructuring.
// Long
const hours = time[0];
const minutes = time[1];
const seconds = time[2];
// Short
const [hours, minutes, seconds] = time;
Filter Falsy Values
Kita bisa menggunakan filter(Boolean) untuk mendapatkan hasil true | false saja.
// Long
names.filter(name => number !== null && number !== undefined);
// Short
names.filter(Boolean);
Array Includes
Mungkin Anda sering menggunakan if statement yang terlalu panjang, sehingga membuat kode menjadi berantakan.
// Long
if (status === 'unpublished' || status === 'preview' || status === 'unlisted') {
//
}
// Short
['unpublished', 'preview', 'unlisted'].includes(status);
Optional Chaining
Teknik ini adalah teknik favorit saya dalam menggunakan javascript. Kita bisa menampilkan data tanpa harus khawatir dengan data yang menghasilkan null.
// Long
if (user && user.experiences && user.experiences[i]) {
experience = user.experiences[i].description;
}
// Short
experience = user?.experiences?.[i]?.description;
Default Values
Menggunakan teknik nullish coalescing lebih mantap dari pada harus membuat if statement.
// Long
let name;
if (user === null || user === undefined) {
name = 'Irsyad';
}
// Short
const name = user ?? 'Irsyad'
For Loops
Banyak memang cara untuk melakukan looping, tapi cara biasa yang Anda lakukan mungkin terlalu panjang.
for (let i = 0; i < arr.length; i++) {
const item = arr[i];
}
// Short 1
arr.forEach(item => {})
// Short 2
for (let item of arr) {}
Semoga aritkel ini bermanfaat ya. Intinya, jika kita bisa mengkode lebih cepat, kenapa harus lambat. Saya Irsyad, sampai jumpa di artikel selanjutnya.
Irsyad A. Panjaitan
Let's start living like no one can help us in any event, so that when we are helped in certain times, it becomes a plus in itself.
Artikel yang Terkait
- Membuat Pengalaman Pengguna Lebih Baik dengan Progressive Web Apps atau PWA
Jenriko Sinaga
- Mengatasi Masalah Umum dalam Pemrograman Frontend dan Backend
Jenriko Sinaga
- Panduan Lengkap Optimasi On-Page SEO untuk Pemula
Jenriko Sinaga
- Migrasi dari XAMPP ke Laragon
Koto
- Merubah Collection Menjadi Pagination di Laravel
Irsyad A. Panjaitan
- Mekanisme Kerja Laravel: Panduan Untuk Pemula
Irsyad A. Panjaitan
- Mengapa Match Lebih Unggul daripada Switch dalam PHP
Irsyad A. Panjaitan